SALAM PAPUA (TIMIKA)- Jerawat pasir adalah jenis jerawat
berukuran kecil yang muncul dalam jumlah banyak pada area wajah. Cara
menghilangkan jerawat pasir penting diketahui agar masalah kulit ini tidak
semakin memburuk dan menurunkan rasa percaya diri Anda.
Jerawat pasir umumnya terbentuk dari komedo putih
(whitehead) dan bisa menyerupai biang keringat (papula). Munculnya jerawat
pasir dapat disebabkan oleh kulit berminyak, konsumsi makanan yang tinggi
kandungan lemak dan gula, pubertas, menstruasi, kehamilan, hingga penggunaan
produk pelembap yang salah.
Berbagai Cara Menghilangkan Jerawat Pasir
Jerawat pasir bukanlah masalah kulit yang sulit untuk
diatasi. Jerawat pasir bisa dihilangkan dengan beberapa langkah berikut ini:
Mencuci wajah menggunakan sabun muka yang tidak mengandung alcohol.
Menggunakan obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida, tea tree oil,
nicotinamide, dan sulfur Tidak menyentuh atau memencet jerawat pasir.
Jika cara menghilangkan jerawat pasir di atas belum cukup
efektif untuk mengatasi masalah kulit tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan
dokter. Dokter akan meresepkan obat-obatan berikut untuk membantu menghilangkan
jerawat pasir:
1. Retinoid
Cara menghilangkan jerawat pasir yang pertama adalah dengan
menggunakan skincare yang mengandung retinoid. Retinoid berfungsi untuk
mencegah penyumbatan sebum, sel kulit mati, dan infeksi bakteri pada pori-pori
kulit.
Retinoid umumnya digunakan dengan cara dioleskan ke area
kulit yang berjerawat sebanyak 3 kali seminggu pada malam hari.
Perlu diketahui, retinoid bisa menyebabkan kulit menjadi
kering dan kemerahan. Namun, efek samping ini akan berkurang ketika kulit Anda
sudah terbiasa dengan obat tersebut. Selain itu, retinoid tidak boleh digunakan
oleh ibu hamil karena bisa membahayakan janin.
2. Asam salisilat
Asam salisilat juga umum diresepkan oleh dokter untuk
mengatasi jerawat pasir. Senyawa ini memiliki sifat antibakteri yang dapat
menghilangkan bakteri penyebab jerawat dan mengurangi minyak berlebih di
pori-pori kulit.
Produk yang mengandung asam salisilat harus digunakan sesuai
anjuran dokter karena bisa memicu efek samping, seperti iritasi dan perubahan
warna kulit.
3. Antibiotik
Antibiotik baru akan diresepkan oleh dokter jika jerawat
pasir yang Anda derita disebabkan oleh infeksi bakteri. Antibiotik biasanya
akan diresepkan bersamaan dengan obat jerawat lain, seperti retinoid dan
benzoil peroksida.
Jika jerawat pasir yang Anda alami tergolong parah, dokter
mungkin akan merekomendasikan beberapa cara menghilangkan jerawat pasir
lainnya, seperti pemberian suntik
jerawat, terapi laser, dan chemical peels.
Cara Mencegah Jerawat Pasir
Mencegah munculnya jerawat pasir bisa dilakukan dengan
beberapa langkah sederhana. Berikut adalah cara mencegah jerawat yang bisa Anda
lakukan di rumah:
Membersihkan wajah secara rutin sebelum tidur dan setelah
berolahraga. Mengoleskan tabir surya saat akan beraktivitas di luar ruangan
pada siang hari. Menggunakan make up yang bebas minyak dan nonkomedogenik.
Keramas secara rutin, terlebih jika Anda memiliki rambut
yang panjang. Selalu membersihkan peralatan make up setelah digunakan. Tidak
melakukan eksfoliasi atau scrubbing terlalu sering. Tidak berbagai make up
dengan orang lain dan membuang make up yang sudah kadaluarsa.
Beberapa cara menghilangkan jerawat pasir di atas dapat
memberikan efek yang berbeda pada setiap orang. Hal ini dipengaruhi oleh
tingkat keparahan jerawat pasir yang dialami. Jika jerawat pasir masih
tergolong ringan, perawatan rumahan seperti yang sudah dijelaskan di atas
mungkin dapat membantu Anda menghilangkan masalah kulit tersebut.
Sementara itu, jika jerawat pasir yang Anda alami tergolong
parah, maka dibutuhkan penanganan khusus dari dokter. Dokter mungkin akan
meresepkan obat jerawat dengan dosis yang lebih tinggi untuk mengatasi masalah
kulit tersebut. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sampe Sianturi

