SALAM PAPUA (TIMIKA)- Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes perlu diketahui agar aktivitas fisik tetap aman. Penderita diabetes memang boleh berolahraga, tetapi ada batasannya. Kenali jenis olahraga yang sebaiknya dihindari supaya gula darah tetap terkendali tanpa membahayakan kesehatan.

Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes perlu dipahami dengan baik sebelum memulai aktivitas fisik. Meski olahraga sangat dianjurkan untuk membantu mengelola kadar gula darah, menjaga berat badan, dan menurunkan risiko komplikasi, ada kondisi tertentu yang membuat beberapa jenis olahraga sebaiknya dihindari. Jika dilakukan sembarangan, aktivitas fisik justru bisa membahayakan kesehatan.

Karena itu, sebelum memulai program olahraga, penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Langkah ini penting untuk menentukan aktivitas yang paling aman dan sesuai kondisi tubuh, serta menghindari olahraga yang dapat memperburuk penyakit atau meningkatkan risiko komplikasi.

Jenis Olahraga yang Dilarang untuk Penderita Diabetes

Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes umumnya adalah aktivitas tertentu yang berisiko tinggi, terutama bila sudah terdapat komplikasi seperti neuropati, retinopati, atau gangguan jantung.

Berikut ada beragam jenis olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes, yaitu:

1. Taekwondo

Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes salah satunya adalah taekwondo. Taekwondo merupakan olahraga bela diri yang melibatkan banyak tendangan, pukulan, serta kontak fisik yang intens sehingga berisiko menimbulkan cedera, memar, atau luka terbuka.

Pada penderita diabetes, luka seperti ini cenderung lebih sulit sembuh dan lebih rentan mengalami infeksi, terutama jika sudah terdapat gangguan saraf atau pembuluh darah.

2. Judo

Sama seperti taekwondo, judo termasuk olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes karena ada kontak fisik berat. Gerakan membanting atau menjatuhkan lawan bisa memicu benturan keras pada tubuh.

Selain meningkatkan risiko luka dan pendarahan, judo juga tidak dianjurkan bagi Anda yang telah mengalami masalah pada mata akibat diabetes, seperti retinopati diabetik. Tekanan saat benturan dapat memperburuk kondisi pembuluh darah di mata.

3. Sepak takraw

Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes salah satunya adalah sepak takraw. Olahraga ini menuntut kelincahan dengan gerakan melompat, menendang tinggi, hingga akrobatik, sehingga risiko cedera pada kaki, pergelangan, atau lutut cukup tinggi.

Jika sudah mengalami penurunan sensasi atau memiliki luka pada kaki, sebaiknya hindari aktivitas ini karena luka kecil sekalipun dapat berkembang menjadi infeksi serius.

4. Lompat tali

Lompat tali bisa menjadi latihan kardio yang bermanfaat, tetapi kurang disarankan untuk penderita diabetes yang memiliki gangguan pada saraf atau sirkulasi darah di kaki.

Sebab, tekanan berulang saat mendarat dapat menimbulkan luka baru di telapak kaki atau memperburuk luka yang telah ada.

5. Futsal

Futsal melibatkan lari cepat, berhenti mendadak, serta kontak fisik di lapangan yang keras. Risiko cedera pergelangan kaki, lutut, atau benturan antar pemain cukup tinggi. Pada penderita diabetes, cedera dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi.

6. Lari jarak jauh

Aktivitas ini membuat tubuh bekerja ekstra dalam waktu lama. Pada penderita diabetes, lari jarak jauh bisa memicu hipoglikemia, terutama bila tanpa pemantauan gula darah atau asupan makanan yang cukup. Risiko lecet dan luka di telapak kaki juga perlu diwaspadai.

7. Angkat beban berat

Mengangkat beban terlalu berat dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba. Kondisi ini berisiko bagi penderita diabetes dengan komplikasi jantung, pembuluh darah, atau mata, serta dapat meningkatkan risiko cedera otot dan sendi.

Tips Aman Olahraga untuk Penderita Diabetes

Memilih olahraga yang tepat dan aman sangatlah penting untuk menjaga kesehatan, sekaligus mencegah komplikasi pada penderita diabetes. Berikut tips tambahan agar aktivitas fisik tetap aman bagi Anda:

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai program olahraga, terutama jika sudah ada komplikasi. Pilih olahraga dengan risiko cedera rendah, seperti jalan kaki, bersepeda santai, berenang, atau yoga. Gunakan sepatu olahraga yang nyaman dan sesuai ukuran.

Hindari olahraga tanpa alas kaki karena berisiko menyebabkan luka akibat batu atau benda tajam, yang bisa menjadi serius pada penderita diabetes. Pantau kadar gula darah secara rutin. Tunda olahraga jika kadar gula darah sedang rendah atau tubuh terasa lemas karena berisiko memicu hipoglikemia.

Perhatikan kondisi tubuh selama berolahraga dan segera hentikan aktivitas jika muncul gejala tidak biasa, seperti pusing, gemetar, atau keringat dingin. Periksa kondisi kaki sebelum dan sesudah olahraga untuk memastikan tidak ada luka, lecet, atau tanda iritasi. Dan siapkan makanan ringan dan air minum untuk mengantisipasi penurunan gula darah secara mendadak.

Mengetahui olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes sangat penting agar aktivitas fisik tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko tambahan. Setiap penderita diabetes bisa memiliki kondisi kesehatan dan tingkat komplikasi yang berbeda, sehingga pemilihan jenis olahraga tidak boleh disamakan.

Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes umumnya adalah aktivitas berisiko tinggi yang dapat memicu cedera, hipoglikemia, atau memperparah komplikasi. Meski begitu, bukan berarti penderita diabetes tidak boleh berolahraga sama sekali ya. (Sumber: Alodokter)

Editor: Sianturi