SALAM PAPUA (NABIRE) – Kerusakan ruas jalan nasional pada KM 139–141 jalur Nabire–Paniai (ruas Nabire–Ilaga) dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, Jhon NR Gobai, dalam keterangan tertulisnya kepada salampapua.com, Rabu (25/3/2026) pagi.

Ia menilai kerusakan jalan diduga dipicu belum meratanya pembangunan talut dan box culvert di sepanjang ruas jalan tersebut, sehingga aliran air tidak tertata dengan baik.

“Kasih jalan buat air, supaya jangan air merusak jalannya manusia,” tegas Gobai.

Menurutnya, kondisi jalan di KM 139 hingga KM 141 saat ini menjadi perhatian publik dan bahkan sempat viral. Ia mengungkapkan, titik-titik jalan tersebut cenderung lebih rendah karena diduga terdapat aliran air di bawah badan jalan yang tertimbun dan kemudian diaspal.

“Air harus diberi jalan dengan pembangunan box culvert dan talut, sehingga tidak merusak badan jalan,” ujarnya.

Gobai menambahkan, meskipun ruas jalan tersebut telah diaspal, kerusakan kerap kembali terjadi dalam waktu singkat. Hal ini, menurutnya, disebabkan air tidak memiliki saluran yang memadai.

“Air tidak mendapat tempat untuk mengalir karena talut belum dibangun secara merata, sehingga air merusak jalan,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya pembangunan talut dan box culvert untuk menjaga kelancaran aliran air, mencegah genangan dan banjir, serta melindungi infrastruktur dari kerusakan akibat erosi.

Selain itu, box culvert juga berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan air hujan ke tempat yang lebih rendah serta melindungi saluran dari tekanan tanah dan beban lalu lintas di atasnya.

Gobai juga menyoroti kondisi geografis ruas jalan tersebut yang berada di wilayah perbukitan dan jurang, sehingga membutuhkan konstruksi pendukung seperti talut di sisi kiri dan kanan jalan.

“Sudah terlalu lama ruas jalan ini dibangun tanpa talut yang memadai, padahal itu sangat penting untuk menjaga badan jalan,” tegasnya.

Ia pun mendesak Kementerian PUPR untuk segera melakukan penanganan menyeluruh dengan pembangunan talut dan box culvert secara merata pada titik-titik rawan kerusakan.

“Kerusakan jalan KM 139–141 ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terus berulang,” pungkasnya.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi