SALAM PAPUA (NABIRE) – Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua
(KAPP) Provinsi Papua Tengah, Yosephina Pigai, bersama jajaran pengurus
menyambut kunjungan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Satuan Kerja
Kesejahteraan Prajurit (SKKP) se-Tanah Papua, Weidy Pasiowan, dalam rangka
survei pembangunan dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di delapan
kabupaten wilayah Provinsi Papua Tengah.
Kedatangan rombongan SKKP disambut secara adat oleh pengurus
KAPP Papua Tengah di Bandara Douw Aturure, kawasan Karadiri, Distrik Wanggar,
Kabupaten Nabire, Kamis siang (12/3/2026).
Ketua DPW SKKP se-Tanah Papua, Weidy Pasiowan, menyampaikan
terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat dan pengurus KAPP
Papua Tengah.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa
ini. Penjemputan dengan busana adat dan tarian membuat kami sangat terharu,”
ujarnya saat diwawancarai.
Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan melakukan survei
lokasi pembangunan dapur program MBG di wilayah Papua Tengah. Ia menjelaskan
tim SKKP sebelumnya juga telah melakukan kunjungan ke sejumlah provinsi lain di
Tanah Papua untuk melihat langsung kondisi lapangan.
“Kami datang ke sini untuk melihat langsung titik-titik
lokasi pembangunan dapur MBG, khususnya di Nabire dan kabupaten lainnya di
Papua Tengah,” katanya.
Weidy menegaskan kehadiran SKKP bukan untuk mengambil
keuntungan dari sumber daya masyarakat Papua, melainkan untuk mendorong
kesejahteraan masyarakat setempat.
“Saya datang ke sini bukan untuk merampas harta kekayaan
orang Papua, tetapi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Papua,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan dapur MBG diharapkan dapat
membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang belum
memiliki pekerjaan.
“Ketika dapur MBG sudah dibangun, masyarakat yang belum
memiliki pekerjaan dapat bekerja melalui kegiatan di dapur tersebut,” jelasnya.
Selain itu, ia berharap program MBG dapat membantu pemenuhan gizi bagi anak-anak Papua melalui penyediaan makanan bergizi yang disiapkan di masing-masing daerah.
Weidy juga menegaskan bahwa dalam pembangunan dapur MBG,
pihaknya akan memprioritaskan keterlibatan kontraktor Orang Asli Papua (OAP).
“Kami sudah menyampaikan sejak awal kepada pihak terkait
bahwa pengusaha dan kontraktor yang berasal dari Tanah Papua harus menjadi
prioritas utama dalam pembangunan dapur MBG ini,” tegasnya.
Menurutnya, meskipun banyak kontraktor dari luar daerah yang
ingin terlibat, SKKP tetap berkomitmen memberikan kesempatan lebih besar kepada
pengusaha lokal.
“Kami ingin masyarakat Papua, khususnya Orang Asli Papua,
dapat sejahtera melalui pembangunan dapur-dapur MBG yang akan dikerjakan
bersama,” katanya.
Ia pun mengajak para pengusaha dan kontraktor yang tergabung
dalam KAPP untuk bersama-sama mendukung pembangunan dapur MBG secara
bertanggung jawab.
“Mari kita kerjakan dengan amanah yang diberikan oleh Tuhan,
sehingga pembangunan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Papua,”
pungkasnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

