SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sebanyak 49 anak asal Timika mengikuti tahap Talent Detection (Pencarian Bakat) yang dipimpin langsung Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, di GOR Futsal Jalan Poros SP2, Timika, Selasa (21/4/2026) sore.

Para peserta sebelumnya telah melalui seleksi mandiri yang dilakukan pelatih lokal di Timika. Dari total 86 peserta yang mendaftar, hanya 49 pemain yang dinyatakan lolos ke tahap akhir seleksi.

Dalam kesempatan itu, Hector memperkenalkan diri sebagai Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia sekaligus Pelatih Kepala Timnas Futsal Indonesia. Ia mengaku optimistis Timika memiliki banyak talenta potensial untuk berkembang di cabang futsal.

“Dari empat provinsi yang saya kunjungi, Mimika memiliki fasilitas yang cukup memadai. Seleksi awal yang dilakukan juga membuktikan Mimika memiliki pelatih yang hebat,” ujarnya.

Hector menjelaskan, seleksi berlangsung hanya beberapa jam, namun menjadi kesempatan penting bagi para pemain untuk memperebutkan tempat di skuad U-17 yang akan berlaga di Spanyol pada Juli mendatang.

Ia meminta seluruh peserta bermain percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik.

“Main normal saja, percaya diri. Kami tidak akan umumkan sekarang siapa yang terpilih. Setelah seluruh proses selesai, baru kami umumkan siapa yang lolos,” jelasnya.

Pelaksana Talent Detection Timnas U-17, Elvry Leiwakabessy, mengatakan panitia telah memberi arahan kepada seluruh peserta agar tetap bersemangat menghadapi seleksi akhir bersama Coach Hector.

“Kami berharap Coach bisa melihat potensi anak-anak Timika dan satu atau dua pemain bisa terpilih membawa nama Timnas Futsal Indonesia U-17 ke Spanyol nanti,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Futsal Mimika, Julman Kubuan, mengatakan seleksi awal dilakukan secara ketat dengan menilai kualitas pemain secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan standar latihan lokal.

“Kami benar-benar menyaring pemain, mengelompokkan sesuai umur dan jam bermain. Kehadiran coach nasional ini menjadi motivasi bagi teman-teman untuk terus mengembangkan futsal ke depan,” ujarnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi