SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menegaskan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 yang difokuskan pada percepatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi berbasis kampung.

Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang, mengatakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah tahun ini adalah membuka akses antarwilayah, khususnya di distrik-distrik yang selama ini masih terisolasi.

Menurutnya, salah satu proyek yang mulai dikerjakan yakni pembangunan ruas jalan penghubung Distrik Agimuga dengan Fakafuku. Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan perencanaan pengembangan akses jalan dari Mimika menuju Agimuga.

“Program prioritas dari Bupati itu fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, jadi kita dorong pembukaan akses antarwilayah,” ujar Septinus, Kamis (23/4/2026).

Namun demikian, ia menegaskan pembangunan infrastruktur tetap harus mempertimbangkan aspek lingkungan.

Ia menjelaskan, kawasan Distrik Agimuga memiliki status hutan lindung dengan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk ratusan spesies flora dan fauna yang perlu dijaga keberlanjutannya.

“Kami harus berhati-hati, karena pembukaan akses ini berpotensi mempengaruhi ekosistem alam. Makanya harus melalui koordinasi dengan kementerian terkait, supaya pembangunan bisa berjalan tanpa merusak lingkungan,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Pemkab Mimika juga memberi perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk penanganan stunting dan peningkatan mutu pendidikan.

Bappeda bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) saat ini tengah merancang kajian untuk mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga tingkat kampung.

Di sektor ekonomi masyarakat, Septinus menyebut pemerintah mendorong konsep satu distrik satu produk unggulan guna mengoptimalkan potensi lokal di 18 distrik yang ada di Mimika.

“Program ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

 Ia menambahkan, luas wilayah Mimika dan persebaran penduduk di 133 kampung menuntut pembangunan dilakukan secara merata. Hal itu sejalan dengan orientasi pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang menitikberatkan pembangunan dari kampung menuju kota.

“Kita harapkan dukungan dari masyarakat supaya pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi