SALAM PAPUA (TIMIKA) - Dinas Pendidikan Mimika memberikan
apresiasi terhadap kegiatan Primary Years Programme (PYP) Exhibition yang
digelar SD Yayasan Pendidikan Jayawijaya Kuala Kencana bersama PT Freeport
Indonesia. Kegiatan tersebut dinilai berhasil menanamkan kepedulian lingkungan
kepada anak-anak sejak usia dini.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan
Mimika, Andri Patiung usai menghadiri PYP Exhibition di Sporthall YPJ Kuala
Kencana, Rabu (22/4/2026).
“Saya lihat ini sangat luar biasa, kami sangat apresiasi
kegiatan ini. Anak-anak sudah diajarkan peduli akan lingkungan, terlihat dari
bagaimana anak-anak dapat turun langsung ke lapangan untuk mempelajari isu yang
dikerjakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, model pembelajaran seperti ini perlu
didorong di seluruh sekolah di Mimika, sehingga pendidikan tidak hanya sebatas
teori di kelas, tetapi juga melalui praktik lapangan.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini juga sangat
mendukung proses pembelajaran dan dapat membantu mengembangkan potensi
anak-anak.
“Saat ini zamannya sudah berbeda, semua dapat berkembang
melalui teknologi. Maka itu saya akan memberikan masukan ke pimpinan agar hal
ini dapat juga dijalankan di sekolah lain, sebab ini dapat mengembangkan
potensi anak-anak Mimika,” jelasnya.
Sementara itu, PYP Koordinator sekaligus Wakil Kepala SD YPJ
Kuala Kencana, Juni Tambunan menyampaikan bahwa YPJ mengadopsi kurikulum
International Baccalaureate (IB), yakni kurikulum global berbasis di Swiss yang
mendorong pemikiran kritis, kemandirian, dan wawasan internasional bagi siswa
usia 3 hingga 19 tahun.
Ia menjelaskan, dalam program ini siswa kelas VI didorong
meneliti persoalan di lingkungan sekitar dengan pendampingan satu mentor untuk
tiga siswa. Selama delapan minggu, para siswa melakukan pendalaman materi di
lapangan sebelum mempresentasikan hasilnya pada kegiatan Exhibition.
Pada tahun ini, kegiatan tersebut berkolaborasi dengan
Environmental PTFI sekaligus memperingati Hari Bumi Sedunia.
“Kegiatan ini juga melibatkan beberapa instansi dan
pemerintah, serta mendapat sambutan baik dari semua pihak yang kami undang. Ke
depan YPJ akan terus berkolaborasi dengan pihak lain agar kegiatan ini semakin
besar,” ujar Juni.
Dalam Exhibition tersebut ditampilkan 21 stan isu
lingkungan, di antaranya limbah organik, limbah alat tulis, limbah minyak
goreng, pencemaran tanah, hingga budidaya mangrove. Kegiatan itu juga dihadiri
perwakilan siswa sekolah dasar se-Timika bersama guru dan wali murid.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi


