SALAM PAPUA (TIMIKA)- Asam lambung merupakan peran penting
dalam sistem digestif manusia karena zat ini yang memastikan proses pencernaan
berjalan lancar. Tak hanya itu, asam lambung juga bermanfaat untuk melindungi
tubuh dari ancaman infeksi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya.
Asam lambung adalah cairan yang diproduksi secara alami oleh
dinding lambung. Cairan ini terdiri dari asam klorida yang sangat penting dalam
proses pencernaan, salah satunya membantu memecah makanan yang masuk ke tubuh.
Namun, kadar asam lambung perlu seimbang agar sistem
pencernaan bisa bekerja dengan baik dan tidak menyebabkan gangguan, seperti
nyeri ulu hati atau GERD.
Berbagai Fungsi Asam Lambung Bagi Tubuh
Asam lambung menjalankan beberapa peran penting dalam sistem
pencernaan, di antaranya:
1. Menghancurkan makanan
Asam lambung membantu memecah makanan yang masuk ke lambung
menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Proses ini sangat penting agar nutrisi
dari makanan, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, dapat diurai dengan
lebih efektif. Dengan begitu, tubuh bisa menyerap zat gizi secara maksimal di
usus halus.
2. Mengaktifkan enzim pencernaan
Salah satu peran kunci asam lambung adalah mengubah
pepsinogen (enzim yang belum aktif) menjadi pepsin yang aktif. Pepsin inilah
yang bekerja mencerna protein dari makanan menjadi asam amino. Tanpa asam
lambung, proses aktivasi enzim ini akan terhambat, sehingga pencernaan protein
menjadi tidak optimal.
3. Melindungi tubuh dari infeksi
Lingkungan lambung yang sangat asam mampu menghancurkan
sebagian besar kuman, bakteri, dan virus yang terbawa bersama makanan atau
minuman.
Dengan adanya asam lambung, risiko infeksi saluran
pencernaan dapat ditekan karena mikroorganisme berbahaya tidak dapat bertahan
hidup di lambung.
4. Menjaga keseimbangan pH pencernaan
Asam lambung berperan menjaga tingkat keasaman (pH) di dalam
lambung tetap pada kisaran ideal. Keseimbangan pH ini penting untuk memastikan
enzim pencernaan bekerja dengan optimal dan mencegah pertumbuhan bakteri yang
tidak diinginkan dalam saluran cerna.
5. Mendukung pengosongan lambung
Cairan asam membantu mengendalikan seberapa cepat makanan
keluar dari lambung menuju usus halus. Proses pengosongan lambung yang teratur
mencegah makanan bertahan terlalu lama di lambung dan menurunkan risiko naiknya
asam lambung ke kerongkongan (refluks). Ini juga membantu sistem pencernaan
bekerja lebih efisien.
Risiko Jika Fungsi Asam Lambung Terganggu
Keseimbangan produksi asam lambung sangat penting. Jika
jumlahnya terlalu banyak atau terlalu sedikit, ini bisa memicu terjadinya
gangguan pencernaan. Berikut penjelasannya:
Kadar asam lambung berlebihan
Meningkatnya produksi asam lambung bisa dipicu oleh berbagai
faktor, seperti sering makan terlambat dan tidak teratur, mengonsumsi makanan
pedas, berlemak, berminyak, minum minuman berkafein, soda, alkohol, hingga
stres berkepanjangan.
Ketika kadar asam lambung tinggi, hal ini dapat menimbulkan
berbagai gangguan pencernaan karena asam yang terlalu banyak bisa mengiritasi
dan merusak lapisan pelindung lambung serta saluran pencernaan.
Selain itu, kelebihan asam lambung bisa membuat cairan
lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn),
mual, hingga rasa pahit di mulut. Kondisi ini dikenal sebagai GERD.
Kadar asam lambung terlalu rendah
Mengakibatkan perut kembung, sering bersendawa, gangguan
penyerapan nutrisi, dan meningkatkan risiko infeksi pada saluran pencernaan.
Gangguan asam lambung kronis dapat meningkatkan peluang
terbentuknya luka pada dinding lambung, tukak lambung, infeksi, serta
kekurangan gizi akibat penyerapan yang kurang maksimal. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi


