SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aktivitas pendulangan emas
tradisional di wilayah Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi
Papua Tengah kian meluas, dari wilayah pesisir hingga ke daerah hulu sungai.
Pendulangan yang memanfaatkan mesin alkon untuk mengikis dinding sungai ini disebut telah berlangsung lama dan kini hampir tersebar di seluruh kampung di wilayah tersebut. Aktivitas ini masih didominasi oleh masyarakat asli, yakni suku Kamoro. Selain dilakukan di aliran sungai, masyarakat juga memanfaatkan kawasan pesisir untuk mendulang emas.
“Hampir semua kampung sekarang sudah punya lokasi
pendulangan. Selain menggali secara manual, sekarang juga menggunakan mesin
alkon untuk mengikis dinding sungai,” ujar warga Kampung Wumuka, Sipri Toreku,
Rabu (29/4/2026).
Hal senada disampaikan warga Kampung Akar, Kanisius Maramku. Ia mengatakan, saat ini telah ada pengepul yang menetap di Mimika Barat Tengah dan membeli langsung hasil dulangan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya minat warga untuk membuka lokasi pendulangan baru di hampir seluruh kampung.
“Satu gram emas dihargai sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5
juta. Itu yang membuat masyarakat semakin semangat,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas pendulangan emas
tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang seiring adanya
akses pasar yang lebih dekat bagi masyarakat.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

