SALAM PAPUA (TIMIKA) - Layanan Program Kampung Sehat yang
dilaksanakan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di
Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat Tengah, berjalan baik dan mendapat
apresiasi dari masyarakat setempat.
Sekretaris Kampung Wumuka, Paulinus Atipia, mengatakan
petugas medis yang ditugaskan YPMAK dinilai setia melayani dan selalu hadir di
tengah masyarakat saat dibutuhkan.
“Puji Tuhan program YPMAK ini sangat luar biasa membantu
program pemerintah. Petugas medis dari YPMAK ada tiga orang di sini dan selalu
ada setiap warga membutuhkan. Mereka selalu berbaur dan mengecek kesehatan
warga,” ujar Paulinus, Rabu (29/4/2026).
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Wumuka untuk menjaga dan
mendukung tenaga kesehatan yang bertugas di kampung tersebut.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Denisius Morana.
Menurutnya, YPMAK juga perlu memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan
karena mereka bekerja dengan hati dalam melayani masyarakat.
“Ada suster dan perawat, mereka selalu ada,” katanya.
Sementara itu, Bidan Yulianti Santy menjelaskan berbagai
program kesehatan rutin dijalankan, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT)
bagi bayi dan balita dengan berat badan kurang.
“PMT setiap hari, kecuali hari Minggu. Menunya selalu
berganti, dan yang rutin itu pemberian bubur kacang hijau,” ujarnya.
Selain itu, tersedia pula layanan khusus bagi warga lanjut
usia (lansia), seperti skrining penyakit tidak menular (PTM) serta senam sehat
bersama.
Petugas kesehatan juga rutin melakukan pemeriksaan malaria
dan memantau konsumsi obat bagi warga yang sedang menjalani pengobatan.
“Untuk layanan lansia disesuaikan dengan keberadaan mereka
di kampung, karena terkadang mereka pergi mencari. Sedangkan warga yang masih
minum obat malaria, kami datangi ke mana pun mereka pergi,” jelas Yulianti.
Suster Christy Rupilu menambahkan, keluhan kesehatan yang
paling sering dialami warga dewasa dan lansia adalah nyeri otot atau
pegal-pegal akibat aktivitas mendulang emas yang cukup berat.
“Warga kebanyakan mendulang, makanya sering mengeluh
pegal-pegal atau nyari-nyari, tapi kami layani semuanya,” katanya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


