SALAM PAPUA (TIMIKA) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika memperkuat koordinasi lintas instansi dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II tahun 2026, Kamis (30/4/2026).

Koordinasi ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain pemerintah daerah melalui bagian tata pemerintahan (Tapem), dinas terkait, pemerintah kampung, hingga distrik, guna memastikan validitas dan akurasi data pemilih.

Ketua Divisi Data KPU Mimika, Budiono, menjelaskan bahwa pasca pleno Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB), KPU langsung melanjutkan proses sinkronisasi data dengan berbagai instansi.

“Karena ini data berkelanjutan, setelah pleno DPB, kami fokus melakukan koordinasi untuk memperbarui data, khususnya terkait RT melalui Tapem dan pemerintah kampung,” ujarnya.

Salah satu fokus utama dalam pemutakhiran kali ini adalah sinkronisasi data Rukun Tetangga (RT), mengingat banyak masa jabatan ketua RT yang telah berakhir sehingga membutuhkan pembaruan administrasi.

Budiono menambahkan, permasalahan dalam pemilu kerap bersumber dari ketidakjelasan batas wilayah RT dan alamat pemilih. Karena itu, temuan di lapangan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk segera ditindaklanjuti.

Selain itu, KPU juga memberi perhatian khusus terhadap warga di kawasan perumahan baru, terutama di wilayah Distrik Wania. Ditemukan sejumlah warga yang telah menetap, namun belum mengurus perpindahan domisili secara administrasi.

“Data dari lapangan akan kami validasi dengan uji petik dari data KPU RI. Selanjutnya, hasil pendataan di perumahan akan kami serahkan ke Disdukcapil untuk dijadwalkan perekaman e-KTP di lokasi,” jelasnya.

Meski demikian, proses koordinasi masih menghadapi kendala teknis, seperti keterbatasan waktu bertemu dengan sejumlah pejabat instansi yang tidak berada di tempat saat kunjungan dilakukan.

Ke depan, KPU Mimika berencana turun langsung ke lapangan untuk melakukan uji sampel berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT), termasuk menyasar perumahan dan wilayah RT.

“Setelah pleno berikutnya, kami akan langsung turun ke lapangan untuk memastikan data benar-benar akurat,” tutup Budiono.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi