SALAM PAPUA (TIMIKA) — Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, menjalankan program Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) tahun 2025 melalui pengadaan mesin dan perahu bagi warga. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Bendahara Pokja Wakia, Yohanes Iri, menjelaskan bahwa melalui anggaran YPMAK, pihaknya telah membeli dua unit mesin dan perahu untuk dua warga penerima manfaat. Meski demikian, dua unit mesin berkekuatan 15 PK lainnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena penerima belum memiliki badan perahu.

“Mesin itu belum bisa digunakan optimal. Kadang mereka harus meminjam perahu milik warga lain,” ujarnya.

Selain itu, terdapat program yang belum dapat direalisasikan, seperti kegiatan pembersihan jalan kampung. Hal ini dipicu oleh situasi konflik yang terjadi di wilayah Kapiraya, yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat di Kampung Wakia.

“Wakia juga terdampak konflik tapal batas. Jadi meskipun anggaran sudah dibagi, kegiatan belum bisa dijalankan sampai sekarang,” jelas Yohanes.

Kondisi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Divisi Sosial Ekonomi YPMAK, yang dihadiri Staf Perencanaan Program Sosial Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang, serta Staf Monev, Janias Miagoni.

Pertemuan tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara YPMAK dan pengurus Pokja sebagai bagian dari penguatan tata kelola program.

Program ini menunjukkan bahwa selain dukungan anggaran, faktor keamanan dan kesiapan infrastruktur dasar juga menjadi penentu keberhasilan implementasi program pemberdayaan di tingkat kampung.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi