SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sebanyak 73 siswa-siswi Angkatan VII
Tahun 2026 Yayasan Kristen Kalam Kudus dilepas dalam acara penamatan dan
pelepasan siswa SMP Yayasan Kristen Kalam Kudus Timika yang berlangsung khidmat
di aula sekolah tersebut, Senin (18/5/2026).
Acara yang mengusung tema “A Light in a Dark World” atau
“Menjadi Terang di Tengah Dunia yang Gelap” itu dihadiri Ketua Yayasan Kalam
Kudus, Nining Lebang Ruff bersama jajaran yayasan, para guru, orang tua, serta
para siswa. Kegiatan diawali dengan ibadah singkat dan prosesi masuk pihak
yayasan serta guru yang diwarnai tarian khas Papua.
Kepala Sekolah SMP Yayasan Kristen Kalam Kudus Timika,
Rismawanty Mangopang dalam sambutannya mengatakan penamatan dan pelepasan para
siswa dapat terlaksana karena pertolongan Tuhan.
“Setiap angkatan punya keunikan dan hal itu terlihat dari
semangat mereka. Kegiatan olahraga, seni, dan ekstrakurikuler diikuti dengan
sangat kompak dalam hal-hal yang baik,” ujarnya.
Ia juga menilai para siswa memiliki karakter dan gaya yang
khas selama menjalani pendidikan di sekolah tersebut.
“Yang paling menonjol adalah style mereka. Kalau saya
berkunjung, aroma parfum mereka sangat wangi sekali. Ini salah satu cara mereka
membentuk karisma,” katanya disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.
Menurut Rismawanty, setiap potensi yang dititipkan Tuhan
kepada anak-anak menjadi bekal untuk masa depan agar mampu menjadi terang di
tengah kehidupan. Ia mengingatkan agar seluruh siswa terus menerapkan
nilai-nilai yang telah diajarkan selama bersekolah.
“Core value kita adalah kasih, disiplin, dan mandiri.
Jadilah pribadi yang berhasil bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk
keluarga, gereja, bangsa, dan bagi Tuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kalam Kudus, Nining Lebang Ruff
menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan
pendidikan anak-anak mereka kepada pihak sekolah.
“Bagi kami ini satu kepercayaan yang luar biasa. Terima
kasih karena telah bermitra bersama kami dalam mendidik anak-anak,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh guru yang telah bekerja keras
mendampingi para siswa hingga menyelesaikan satu tahapan pendidikan mereka.
Dalam kesempatan itu, Nining turut mengingatkan para siswa
agar tetap mengikuti ujian Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) ujian kosa kata dalam
Bahasa Mandarin sebagai salah satu modal bagi anak-anak kelak ketika akan
memenuhi syarat khususnya beasiswa ke China, sama dengan kemampuan Bahasa
Inggris terdapat ujian TOEFL sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke luar
negeri.
Menurutnya, Kalam Kudus Timika kini telah menjadi salah satu
lembaga penyelenggara ujian tersebut yang juga membawahi sekolah Kalam Kudus di
Merauke, Jayapura, dan Manado.
Acara penamatan ditandai dengan doa pengutusan oleh para
rohaniwan serta pemanggilan satu per satu siswa untuk menerima plakat dan rapor
dari Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan, dilanjutkan dengan foto bersama orang
tua masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama per kelas
dan foto booth serta ramah tamah.
Penulis/Editor: Sianturi

