SALAM PAPUA (KENYAM) – Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai acara pengumuman kelulusan siswa kelas VI SD Distrik 14 Sekolah di Kenyam, Kabupaten Nduga, Senin (18/5/2026). Acara yang dipusatkan di SD Gabungan Dari Distrik dihadiri para orang tua, guru, serta 70 siswa-siswi peserta kelulusan.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Yoas Beon, SIP didampingi Forkompimda Kabupaten Nduga dan para orang tua murid serta para undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge bersama pihak sekolah menyampaikan pesan motivasi dan harapan besar bagi masa depan generasi muda Papua.

Koordinator SD Distrik 14 Sekolah, Hendrikus Maturbongs, mengumumkan bahwa seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 70 orang dinyatakan lulus 100 persen. Ia mengakui proses pendidikan selama tiga tahun terakhir penuh tantangan dan keterbatasan, namun dirinya tetap optimistis terhadap kemampuan para siswa.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal teori di ruang kelas, tetapi juga bagaimana siswa mampu menghadapi kehidupan nyata di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang terlihat ketika mampu bertahan, berjuang, dan memberi manfaat bagi lingkungan sosialnya.

“Kami ibarat melepaskan anak panah dari busurnya. Setelah tiga tahun bersama kami, anak-anak ini sekarang melangkah menghadapi kehidupan mereka sendiri,” ujarnya.

Ia juga meminta para orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka dan tidak mudah menyalahkan guru ketika para siswa menghadapi tantangan di masa depan. Sebab, menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.

Kepala sekolah mengaku dalam proses penentuan kelulusan sempat terjadi berbagai perdebatan di internal sekolah. Namun dirinya terus meyakinkan para guru agar tetap percaya terhadap potensi para siswa.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi kami percaya anak-anak ini bisa menjadi orang hebat,” katanya.

Selain memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap dekat dengan Tuhan dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan hidup, pihak sekolah juga menyoroti keterbatasan fasilitas pendidikan. Salah satunya adalah belum tersedianya aula yang memadai sehingga sejumlah kegiatan sekolah masih harus dilaksanakan menggunakan tenda.

Pihak sekolah berharap kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan, termasuk persoalan perlengkapan sekolah seperti sepatu dan seragam yang masih menjadi kendala bagi sebagian siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge menyampaikan apresiasi kepada para guru dan siswa atas semangat serta ketekunan mereka menjalani proses pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan di Kabupaten Nduga tidak terlepas dari kerja keras para guru yang tetap setia menjalankan tugas mulia mendidik anak-anak bangsa, meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan akses pendidikan.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para siswa yang terus berjuang meraih masa depan lebih baik melalui pendidikan. Otomi menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan tiga pilar utama, yakni dukungan orang tua, peran guru, dan kemauan dari siswa itu sendiri.

“Kalau tidak ada komitmen dan kemauan dari diri sendiri, pendidikan akan sulit berkembang,” ujarnya.

Otomi menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dimulai dari keluarga dan gereja. Menurutnya, karakter, moral, dan mental anak-anak harus dibentuk sejak dini agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus melawan berbagai stigma negatif terhadap Papua melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

“Saya percaya lima sampai dua puluh tahun ke depan anak-anak Papua mampu menunjukkan bahwa mereka bisa maju dan berhasil,” katanya.

Meski mengaku tidak pernah membayangkan akan dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendidikan karena bukan berasal dari latar belakang pendidikan keguruan, Otomi menilai tugas yang diembannya saat ini merupakan amanah Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Acara tersebut menjadi momentum penuh harapan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nduga, sekaligus menegaskan bahwa di tengah segala keterbatasan, semangat belajar anak-anak Papua tetap menyala demi meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Bupati Yoas Beon dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tertinggi kepada semua pihak karena dirinya merasa sesuatu telah terjadi dan belum pernah dibayangkan sebelumnya.

“Saya sampaikan penghargan yang tertinggi kepada semua pihak hari ini, sebab saya tidak pernah bayangkan hal ini bisa terjadi. Yang rajin tetap semangat belajar. Yang masih malas memakai baju sekolah harus mulai berubah, karena masa depan ditentukan dari kemauan dan disiplin kita sendiri,”ujarnya.

Keberhasilan pendidikan menurut Bupati bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua, guru, dan para pendidik. Pimpinan sekolah juga akan terus melihat situasi dan kondisi yang ada. Memang banyak tantangan yang dihadapi, tetapi sebagai manusia kita harus tetap berjalan melewati setiap rintangan bersama-sama.

“Saya percaya semua ini terjadi karena Tuhan yang menetapkan. Pemerintah, guru, orang tua, dan semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mendukung anak-anak kita. Bagaimanapun situasinya, kita harus tetap bersyukur karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki harapan dan masa depan,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama dengan para peserta didik yang lulus hari itu.

Penulis: Elea Worom

Editor: Sianturi