SALAM PAPUA (TIMIKA) – Idul Adha menjadi momentum penting
dalam menanamkan nilai keikhlasan bagi umat Muslim. Melalui kisah Nabi Ibrahim
dan Nabi Ismail, umat diajarkan bahwa keikhlasan merupakan inti dari pengabdian
kepada Allah SWT, yakni menerima perintah dengan hati tulus, tanpa pamrih, dan
penuh keyakinan.
Hal itu disampaikan Ustadz Umrah SP saat membawakan ceramah
usai Shalat Idul Adha di hadapan jamaah Masjid Riadius Shalihin, Jalan
Nawaripi, Mimika, Papua Tengah, Rabu (27/5/2026).
“Apa yang dapat kita ambil pembelajaran dari Nabi Ibrahim?
Pembelajarannya yaitu ikhlas menjalankan perintah meski harus mengorbankan
sesuatu yang paling dicintai. Sebab 86 tahun beliau menantikan Ismail,”
ujarnya.
Ia menegaskan, dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim
senantiasa diminta untuk bersikap ikhlas karena cobaan dapat datang dari
berbagai aspek kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan
sosial.
“Ikhlas menerima takdir, menunjukkan ketaatan tanpa
keraguan. Ikhlas dapat menguatkan hati, ikhlas menerima ujian menjadikan kita
lebih sabar dan tabah, ikhlas pun dapat meningkatkan syukur, ujian membuat kita
lebih menghargai nikmat yang ada,” tegasnya.
Selain menanamkan nilai keikhlasan, Ustadz Umrah juga
mengajak umat Muslim di Timika untuk memperkuat komunikasi dan persaudaraan
antarumat. Menurutnya, Idul Adha mempertemukan masyarakat dalam ibadah,
penyembelihan hewan kurban, hingga distribusi daging, sehingga tercipta
hubungan sosial yang penuh makna.
“Selain ikhlas, Idul Adha pun mengajarkan kita dalam
komunikasi, sebab Nabi Ibrahim tetap berkomunikasi dengan baik sebelum ingin
mengorbankan Nabi Ismail. Dalam komunikasinya Nabi Ismail mengatakan, apabila
penyembelihan merupakan perintah Allah maka lakukanlah,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

