SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau meminta Dinas Ketenagakerjaan dan
Transmigrasi (Disnakertrans) Mimika tidak hanya fokus membuka pelatihan, tetapi
juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pelatihan bagi pencari
kerja Orang Asli Papua (OAP).
Menurut Primus, evaluasi penting dilakukan untuk mengukur
kualitas pelatihan, termasuk kesesuaian materi dengan kebutuhan industri di
Mimika seperti sektor pertambangan, konstruksi, jasa hingga digital.
“Datanya ini harus lengkap, apakah program pelatihan ini
benar-benar berjalan maksimal. Tapi selama ini datanya tidak ada, Disnakertrans
kurang terbuka untuk data ini,” ujar Primus, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi juga perlu menyentuh efektivitas
outcome program, yakni berapa persen alumni pelatihan yang berhasil terserap ke
dunia kerja maupun yang beralih menjadi wirausaha setelah mengikuti pelatihan.
Selain itu, Primus menyoroti pentingnya keterbukaan
penggunaan anggaran, terutama dana Otonomi Khusus (Otsus) yang digunakan untuk
membiayai program tersebut. Menurutnya, apabila anggaran dinilai belum
mencukupi maka hal itu dapat dibicarakan bersama DPRK.
“Pelatihan ini memang cukup bermanfaat bagi mereka yang
mendapatkan pelatihan, namun datanya harus jelas, apakah alumni dari pelatihan
sudah bekerja atau buka usaha. Kalau memang anggarannya kurang bisa kita
bicarakan bersama,” jelasnya.
Primus berharap Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya
Disnakertrans, dapat menjadikan evaluasi program sebagai perhatian serius agar
pelatihan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pencaker OAP.
“Bisa jadi pelatihan ini memang memberikan manfaat namun
kita belum tahu pasti manfaatnya apakah benar tersentuh. Atau apakah kita harus
buat program baru dengan anggaran Otsus itu,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

