SALAM PAPUA (TIMIKA) - SDN Sentra Pendidikan menggelar
Sosialisasi Program Membaca Meluaskan Pengetahuan dan Wawasan (Bauwa) melalui
literasi budaya cerita rakyat Suku Kamoro dengan tema “Merawat Kearifan Lokal
Menguatkan Identitas Budaya Papua”, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Dinas Perpustakaan dan Arsip
Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Riset dan Inovasi
Daerah (Brida), Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK),
serta diikuti seluruh guru SDN Sentra Pendidikan.
Kepala SDN Sentra Pendidikan, Syamsiah Muksin,MPd
mengatakan, Bauwa merupakan bahasa dari Suku Moni dan masyarakat pegunungan
yang berarti “terima kasih”. Namun di sekolah tersebut, Bauwa dijadikan akronim
dari Membaca, Meluaskan, Pengetahuan, dan Wawasan.
Menurutnya, program itu lahir dari keprihatinan terhadap
rendahnya nilai literasi siswa pada tahun 2023.
“Makanya tahun 2024, kami berkolaborasi bersama penutur Suku
Kamoro dan menerbitkan dua buku cerita rakyat asal Suku Kamoro. Ini sebagai
upaya untuk meningkatkan nilai literasi, karena di tahun 2023 lalu nilai
literasi anak-anak kami sangat merah,” ujarnya.
Selain melalui buku cerita rakyat, penguatan literasi juga
diterapkan lewat program Pagi Ceria (Pace) yang berlangsung setiap pagi pukul
07.00-08.00 WIT. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan literasi
budaya, sosial, digital, dan berbagai materi pengembangan wawasan lainnya.
“Berkat kegiatan Pace ini, rapor pendidikan khusus literasi
anak-anak kami mulai ada peningkatan di tahun 2024-2025, sehingga literasi kami
sudah dalam zona hijau,” katanya.
Program Bauwa mendapat apresiasi dari Kepala Bidang SD Dinas
Pendidikan Mimika, Andri Patiung. Ia menilai pengembangan literasi budaya
merupakan langkah penting dalam menjaga bahasa dan budaya Papua, khususnya Suku
Amungme, Kamoro, dan lima suku kerabat di Mimika.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi upaya yang dilakukan
kepala sekolah dan guru-guru di SDN Sentra dalam mendorong pengembangan bahasa
dan budaya,” ujar Andri.
Ia berharap program tersebut dapat diterapkan juga di
sekolah-sekolah lain di Mimika, termasuk pemanfaatan buku cerita rakyat yang
telah diterbitkan sebagai bahan pembelajaran literasi budaya.
“Kami di dinas juga sementara mengupayakan sosialisasi
terkait muatan lokal bahasa Kamoro ke sekolah-sekolah. Puji Tuhan, sebelum kami
jalani sosialisasi ini, ternyata di SDN Sentra Pendidikan sudah diterapkan
dengan inovasi dan kreativitas para guru,” katanya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kominfo
Mimika, Yan Slamat Purba. Menurutnya, inovasi dalam menjaga bahasa daerah dan
budaya lokal sangat penting sebagai warisan bagi generasi penerus.
Ia bahkan menyatakan kesiapan Diskominfo mendukung
pengembangan literasi berbasis aplikasi digital di masa mendatang.
“Anak-anak sebagai generasi penerus harus diwariskan dengan
budaya. Ini inovasi yang luar biasa bermanfaat,” ujar Yan.
Sementara itu, narasumber sekaligus penutur asli Bahasa
Kamoro, Kornelia Emakoparo, MPd mengaku bangga dapat terlibat dalam
pengembangan program tersebut. Menurutnya, Program Bauwa menjadi bukti nyata
kontribusi SDN Sentra Pendidikan dalam membantu pemerintah menjaga nilai
budaya, kearifan lokal, dan bahasa asli Papua.
“Saya sangat tersanjung, karena tidak menyangka bisa
berkolaborasi bersama SDN Sentra Pendidikan dalam mensosialisasikan Program
Bauwa ini. Begitu pun saat menyusun dua buku cerita rakyat yang saat ini sudah
diterbitkan,” ungkap Kornelia.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

