SALAM PAPUA (TIMIKA) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat
Amungme dan Kamoro (YPMAK) mengharapkan peran aktif orang tua dalam mendukung
pendidikan anak-anak penerima beasiswa. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah
satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program pendidikan yang
dijalankan yayasan.
Sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia
(PTFI), YPMAK terus berupaya mengembangkan program pendidikan bagi masyarakat
Amungme, Kamoro, lima suku kekerabatan, serta masyarakat Papua lainnya. Namun,
keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada bantuan biaya, melainkan
juga pada keterlibatan keluarga dalam mendampingi proses belajar anak.
Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, mengatakan
program bantuan pendidikan dan beasiswa prestasi masih terus berjalan. Akan
tetapi, kondisi ekonomi global dan situasi yang turut memengaruhi operasional
PT Freeport Indonesia berdampak pada kemampuan pendanaan yayasan.
Di sisi lain, jumlah pelajar dan mahasiswa yang berharap
memperoleh bantuan pendidikan dari YPMAK terus meningkat setiap tahunnya.
Karena itu, dukungan orang tua menjadi semakin penting dalam membantu anak-anak
menyelesaikan pendidikan mereka.
“Kehadiran, motivasi, dan pengawasan orang tua membantu anak
penerima beasiswa menjaga disiplin belajar dan fokus pada tujuan akademik
maupun non-akademik. Kami berharap orang tua bisa lebih banyak mengingatkan dan
menolong adik-adik kita untuk sekolah. YPMAK tidak seperti dulu lagi ketika
kondisi Freeport masih normal,” ujar Leonardus, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, program pendidikan yang dijalankan YPMAK
menyediakan dukungan finansial dan berbagai fasilitas penunjang. Namun hasil
yang optimal hanya dapat dicapai apabila orang tua turut membangun budaya
belajar yang baik di lingkungan keluarga.
Ia menegaskan semangat anak-anak untuk melanjutkan
pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan biaya.
“Jangan sampai mereka sudah semangat untuk kuliah, akhirnya
mandek karena YPMAK tidak bisa membiayai semua. Kami tetap ada untuk masyarakat
Amungme, Kamoro, lima kerabat, dan Papua lainnya,” katanya.
Leonardus juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran
saat ini membuat YPMAK harus menerapkan proses seleksi yang lebih ketat dalam
program beasiswa. Oleh karena itu, para calon penerima diharapkan mempersiapkan
diri dengan baik agar mampu bersaing dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“YPMAK saat ini menyeleksi peserta dengan lebih ketat. Kami
lebih melihat kualitas dan prestasi pendidikan. Anak-anak harus belajar
sungguh-sungguh dan memperbaiki IPK. Banyak peluang beasiswa di luar YPMAK yang
bisa diperoleh jika memiliki IPK minimal 3,00,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

