SALAM PAPUA (TIMIKA)- Apakah jerawat boleh dipencet adalah
pertanyaan yang kerap mucul karena kondisi ini membuat tidak nyaman, apalagi
kalau jerawat terasa gatal atau seperti “matang”. Namun, sebelum Anda tergoda
memencetnya, ada baiknya memahami dulu apa yang sebenarnya terjadi pada kulit
agar tidak menyesal di kemudian hari.
Di satu sisi, sebagian orang mengira jerawat akan lebih
cepat kempes setelah dipencet. Namun di sisi lain, tanpa teknik dan kebersihan
yang tepat, kebiasaan ini justru bisa memperparah kondisi kulit. Untuk itu,
penting mengetahui apakah jerawat boleh dipencet dan apa risikonya bagi
kesehatan kulit Anda.
Meskipun terasa mengganggu atau tampak seperti sudah matang,
jerawat pada dasarnya tidak boleh dipencet. Kebiasaan ini justru dapat melukai
kulit dan memperparah peradangan. Terlebih, peralatan yang kurang steril atau
teknik yang tidak tepat justru dapat memperburuk kondisi jerawat dan
meningkatkan risiko infeksi.
Memencet jerawat bisa menyebabkan luka kecil pada kulit yang
sering kali tidak terlihat jelas. Luka ini dapat menjadi jalan masuk bakteri,
sehingga jerawat justru makin meradang atau menyebar ke area kulit lain.
Akibatnya, jerawat yang seharusnya ringan dapat berkembang menjadi lebih parah
Selain itu, tekanan saat memencet jerawat dapat merusak
jaringan kulit di sekitarnya. Kondisi ini sering meninggalkan beks kehitaman,
kemerahan yang sulit hilang, atau bahkan bekas cekung permanen (bopeng). Bekas
jerawat inilah yang biasanya jauh lebih sulit diatasi dibanding jerawat itu
sendiri.
Jerawat yang dipencet juga cenderung mengalami peradangan
lebih berat. Kulit bisa menjadi semakin merah, bengkak, dan terasa nyeri,
sehingga waktu penyembuhannya menjadi lebih lama. Dalam kondisi ini, jerawat
tidak kunjung membaik meski sudah dipencet.
Tips Aman Mengatasi Jerawat
Daripada memencet jerawat, ada beberapa cara yang lebih aman
dan bisa membantu jerawat membaik secara bertahap:
Kompres jerawat dengan air hangat atau dingin, untuk
membantu mengurangi nyeri dan kemerahan. Gunakan obat jerawat yang sesuai,
seperti yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide.
Cuci wajah secara rutin dengan pembersih yang lembut dan
sesuai jenis kulit. Hindari menyentuh atau menggaruk jerawat, agar tidak
terjadi peradangan tambahan. Jaga kebersihan tangan sebelum menyentuh wajah,
agar bakteri tidak mudah berpindah.
Jerawat sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya jika
dirawat dengan cara yang tepat dan konsisten. Jadi, bersabar dan merawat kulit
dengan lembut adalah langkah yang jauh lebih aman dibandingkan memencet
jerawat. (Alodokter)
Editor: Sianturi

