SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika mencatat terjadinya peningkatan volume sampah pascaperayaan malam Tahun Baru 2026. Timbunan sampah harian kini mencapai sekitar 100 ton, meningkat dibandingkan hari normal yang berada di kisaran 93 ton.

Kepala DLH Mimika, Jefry Deda, mengatakan peningkatan tersebut didominasi sampah bekas petasan dan kembang api yang berserakan di sepanjang ruas jalan Kota Timika, sebagaimana laporan petugas kebersihan di lapangan.

“Sesuai laporan petugas pengangkut sampah, hampir sepanjang jalan kota dipenuhi sampah bekas petasan dan kembang api,” ujarnya saat dihubungi Salampapua.com, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat wajah kota tampak kurang terawat, terlebih karena kontrak petugas penyapu jalan dan petugas pemotong rumput telah berakhir sejak 31 Desember 2025.

“Petugas penyapu jalan sudah tidak bekerja karena kontraknya berakhir. Saat ini hanya petugas pengangkut sampah yang masih beroperasi, sehingga sampah yang berada dekat tempat pembuangan masih bisa dijangkau,” jelas Jefry.

Menurutnya, lonjakan volume sampah pascaperayaan tahun baru merupakan pola yang kerap terjadi setiap tahun. Namun keterbatasan armada dan tenaga kebersihan membuat penanganannya belum bisa optimal.

“Di hari biasa volume sampah sekitar 93 ton per hari. Setelah perayaan Tahun Baru kemarin, jumlahnya meningkat hingga sekitar 100 ton,” ungkapnya.

Jefry pun mengimbau masyarakat Mimika agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama saat merayakan hari besar dan perayaan massal.

“Kami berharap masyarakat dapat merayakan dengan tetap menjaga kebersihan. Kota Timika adalah rumah kita bersama, dan tanggung jawab menjaganya ada pada kita semua,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi