SALAM PAPUA (NABIRE) – Papua Reggae Festival XI resmi diluncurkan di Nabire, Papua Tengah, Jumat (27/3/2026), menandai dimulainya rangkaian menuju perhelatan akbar yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.

Peluncuran ini menjadi sinyal kuat kesiapan Nabire sebagai tuan rumah salah satu panggung musik reggae terbesar di Tanah Papua, sekaligus momentum penguatan budaya, identitas, dan ekonomi kreatif daerah.

Kegiatan yang digelar di Caffe Bete, Jalan Sam Ratulangi, Oyehe, berlangsung meriah dengan atmosfer penuh energi. Sejumlah musisi reggae Papua turut memeriahkan acara, di antaranya Dave Solutian, De Sago, Meyyom One, Amoye Band, One Heart, Rejape Band, hingga Siligi Sao Bega.

Ketua Panitia Papua Reggae Festival XI, Ema Dogomo, menegaskan bahwa peluncuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal konsolidasi menuju event puncak.

“Launching ini menjadi titik awal. Kita sedang membangun fondasi untuk event besar di Oktober nanti. Papua Reggae Festival harus berjalan konsisten dan terus berkembang,” tegasnya.

Menurut Ema, peluncuran lebih awal merupakan bagian dari strategi untuk membangun atmosfer sekaligus memastikan kesiapan panitia sebagai tuan rumah yang matang dan profesional.

“Kita launching sekarang karena kita tuan rumah. Ini dari kita, untuk kita. Oktober nanti harus lebih siap, lebih besar, dan lebih kuat,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa festival tahun ini akan menghadirkan grup musik reggae dari berbagai wilayah di Tanah Papua, dengan pendekatan yang lebih kultural, termasuk penggunaan bahasa daerah dalam setiap penampilan.

Konsep tersebut, kata dia, menjadi identitas utama Papua Reggae Festival yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat jati diri, nilai tradisi, serta kebanggaan masyarakat Papua.

Dari sisi dukungan, kegiatan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah, termasuk dukungan dari delapan kabupaten serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Hal ini dinilai menjadi modal penting dalam menyukseskan penyelenggaraan festival.

Panitia menegaskan bahwa persiapan sejak dini menjadi kunci, mengingat Papua Reggae Festival XI diproyeksikan akan menarik partisipasi luas dari berbagai daerah.

“Kita harus siap dari sekarang. Banyak tamu akan datang, dan kita harus buktikan Nabire mampu menjadi tuan rumah yang solid,” pungkas Ema.

Papua Reggae Festival XI diharapkan tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang ekspresi budaya, penguatan identitas lokal, serta penggerak ekonomi kreatif di Papua Tengah yang terus berkembang.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi