SALAM PAPUA (TIMIKA) – Masyarakat Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk melakukan pelebaran jalan poros Timika–Mapurujaya yang dinilai sempit dan rawan kecelakaan.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Mimika Timur yang digelar Jumat (6/3/2026).

Pantauan Salampapua.com, dalam forum tersebut masyarakat mengusulkan sebanyak 190 program prioritas pembangunan untuk diperjuangkan pada Musrenbang tingkat kabupaten.

Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq, mengatakan Musrenbang tahun ini mengusung tema percepatan pembangunan infrastruktur guna memperkuat pemulihan ekonomi berbasis sumber daya lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Musrenbang menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang mendesak di kampung maupun kelurahan.

Ia menjelaskan sejumlah usulan yang menjadi perhatian utama antara lain pelebaran jalan poros Timika–Mapurujaya, pengadaan lahan pemakaman baru, program padat karya, serta pembangunan rumah layak huni.

Bakri menyebutkan volume kendaraan di jalur Timika–Mapurujaya cukup tinggi, termasuk kendaraan berat, sementara kondisi jalan sudah tidak memadai sehingga kerap memicu kecelakaan.

Selain itu, persoalan lahan pemakaman juga menjadi perhatian serius karena lokasi yang ada saat ini sudah penuh.

“Dalam beberapa kasus, penguburan bahkan menggunakan lahan milik warga. Karena itu kami akan mengusulkan pengadaan lahan pemakaman baru,” jelasnya.

Pemerintah distrik juga mendorong pembangunan Kantor Kelurahan Wania serta pelaksanaan program padat karya.

Di sisi lain, terdapat 255 rumah tidak layak huni di lima kampung dan satu kelurahan di wilayah Mimika Timur yang membutuhkan perhatian pemerintah. Namun, pembangunan rumah tersebut masih terkendala persoalan pelepasan lahan.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, menegaskan pihaknya akan mengawal berbagai usulan masyarakat agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

“Tidak semua usulan bisa langsung diakomodasi. Karena itu DPRK memiliki peran untuk mengawasi dan mengawal agar program prioritas masyarakat tetap diperjuangkan,” katanya.

 

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong pembangunan fasilitas olahraga bagi masyarakat Distrik Mimika Timur dan berharap dukungan warga, khususnya terkait penyediaan lahan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mimika melalui Asisten III Setda Mimika, Hery Onawame, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan yang dilakukan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.

“Musrenbang menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sehingga program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menyusun skala prioritas pembangunan yang tepat sasaran, termasuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mengoptimalkan potensi lokal guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Di akhir kegiatan, Bakri Athoriq menyampaikan bahwa 190 program prioritas yang diusulkan masyarakat terbagi dalam tiga bidang utama, yakni ekonomi, sosial budaya, serta sarana dan prasarana.

“Sebagian usulan ini sebenarnya sudah diajukan pada 2025 namun belum terealisasi, sehingga kembali diusulkan tahun ini dengan harapan dapat diwujudkan,” pungkasnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi