SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kondisi pagar besi yang mengelilingi
Bundaran Petrosea, Timika, kini memprihatinkan. Sejumlah bagian pagar
dilaporkan rusak parah dan dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan enam patung
yang menjadi ikon budaya suku Kamoro.
Kerusakan pagar diduga akibat sering ditabrak kendaraan,
terutama pada malam hari. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika tata kota,
tetapi juga memicu kekhawatiran warga terhadap keamanan patung budaya yang
berada di tengah bundaran.
“Kasihan, kalau pagarnya sudah rusak berarti orang bisa
bebas masuk ke dalam bundaran. Apalagi kalau anak-anak masuk, bisa saja mereka
membawa sampah atau bahkan merusak patung yang ada. Padahal itu patung simbol
budaya,” ujar warga Timika, Servina Magai, seorang warga kepada Salampapua.com, Sabtu
(7/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian
serius Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas terkait. Pasalnya, Bundaran
Petrosea berada di pusat kota dan menjadi salah satu titik yang paling mudah
terlihat oleh masyarakat maupun pengunjung.
“Kondisi pagar rusak itu sudah lama, tapi sepertinya
dibiarkan saja dan belum diperbaiki,” katanya.
Pantauan Salampapua.com di lokasi menunjukkan kerusakan
pagar terjadi di beberapa titik. Pada sisi yang mengarah ke Jalan WR
Soepratman, sebagian pagar terlihat ringsek. Sementara di sisi yang mengarah ke
Jalan Yan Magal, yang merupakan akses tembusan menuju terminal baru Bandara
Mozes Kilangin, beberapa bagian besi pagar bahkan sudah terlepas.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar
keindahan kota tetap terjaga serta patung-patung budaya yang menjadi kebanggaan
masyarakat Kamoro tetap terlindungi.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

