SALAM PAPUA (JAKARTA) – Kabupaten Mimika kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Kepemimpinan Toleransi Terbaik di Indonesia berdasarkan studi Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang diselenggarakan SETARA Institute.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara peluncuran IKT 2025 yang berlangsung di Hotel Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini merupakan publikasi kesembilan sejak pertama kali diluncurkan pada 2015.

Dalam piagam penghargaan, Kabupaten Mimika dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan daerah yang mendorong praktik toleransi, kerukunan, dan promosi keberagaman di tengah masyarakat yang majemuk.

Piagam penghargaan itu ditandatangani Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, pada 22 April 2026.

Untuk menerima penghargaan tersebut, SETARA Institute turut mengundang Bupati Mimika, Johannes Rettob, menghadiri secara langsung acara peluncuran IKT 2025 di Jakarta.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Dr. Jefrey Chris Hutagalung, M.Phil, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Selamat dan sukses kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Mimika atas diraihnya penghargaan sebagai Kabupaten dengan Kepemimpinan Toleransi Terbaik di Indonesia menurut Indeks Kota Toleran 2025 yang diselenggarakan oleh SETARA Institute. Mimika Kota Harmoni. Salam kerukunan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurut Jefrey, penghargaan ini menjadi bukti bahwa Mimika di bawah kepemimpinan saat ini mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inklusif serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Ini tentu menjadi prestasi sekaligus pesan bahwa Mimika dapat menjadi kiblat destinasi harmoni di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut ditopang oleh kepemimpinan yang terbuka, dukungan regulasi, perhatian terhadap tokoh lintas agama, serta kolaborasi masyarakat dalam menjaga persaudaraan.

“Untuk itu kita berharap kerukunan, kerja sama sosial, kolaborasi, dan harmoni beragama terus tumbuh dan berkembang di masyarakat,” tambahnya.

FKUB Mimika juga berharap Konferensi Kota Toleran II Tahun 2026 yang direncanakan SETARA Institute pada November mendatang dapat dilaksanakan di Mimika.

Sementara itu, SETARA Institute sejak 2015 secara berkala menerbitkan Indeks Kota Toleran yang menilai kondisi kota-kota di Indonesia dalam mempromosikan toleransi.

Dalam laporan terbaru IKT 2025, Kota Salatiga menempati posisi pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia, disusul Singkawang, Semarang, Pematang Siantar, Bekasi, Sukabumi, Magelang, Kediri, Tegal, dan Ambon.

Secara nasional, skor rata-rata toleransi tahun 2025 berada di angka 4,97 atau meningkat 0,05 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 4,92.

Peningkatan itu menunjukkan kondisi toleransi di Indonesia tergolong baik dan terus mengalami perbaikan secara berkelanjutan.

Penulis/Editor: Sianturi