SALAM PAPUA (TIMIKA) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat
Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport
Indonesia (PTFI) mulai melakukan proses seleksi pengelola serta penyusunan
Rencana Induk Pengembangan (RIP) Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) guna
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika.
Kick off kegiatan seleksi pengelola dan penyusunan RIP RSMM
digelar bersama PT Ligar Mandiri Indonesia sebagai konsultan penyusunan
masterplan RSMM di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Senin (16/2/2026).
Ketua Pembina YPMAK, Engel Enoch, menegaskan bahwa proses
penyusunan RIP harus dilakukan secara maksimal agar berjalan sesuai rencana,
target, dan batas waktu yang telah ditetapkan. Ia berharap konsultan dapat
menyelesaikan penyusunan RIP dalam waktu tiga bulan.
“Saya harap RIP ini dapat mengakomodasi pengelolaan jangka
pendek, menengah hingga jangka panjang. Ini merupakan bagian dari komitmen
PTFI, di mana sektor kesehatan menjadi salah satu program utama,” ujarnya.
Menurut Engel, program kesehatan memperoleh alokasi anggaran
yang cukup besar setelah sektor pendidikan. Karena itu, pengelolaannya harus
profesional dan objektif. Ia menegaskan bahwa RSMM memiliki ikatan kuat dengan
masyarakat Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya
“Sudah 29 tahun RSMM melayani masyarakat. Tentu ada
tantangan dan ketertinggalan yang perlu dibenahi. Dengan adanya mitra baru,
kami berharap pembenahan dapat berjalan lebih baik. Kami sebagai pembina akan
terus memonitor progres penyusunan RIP ini,” katanya.
Mewakili PTFI, Vice President Community Development PTFI,
Nathan Kum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam
diskusi peningkatan RSMM. Ia menilai evaluasi menyeluruh penting dilakukan agar
peningkatan kualitas layanan bisa tercapai.
“RSMM ini milik kita bersama. Tentu masih ada kekurangan,
dan hari ini kita berdiskusi untuk perbaikannya. Mari kita ikuti proses ini
dengan baik demi kemajuan bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka,
menjelaskan bahwa proses ini telah dimulai sejak tahun lalu dengan tujuan utama
melakukan transformasi dan peningkatan sistem layanan RSMM.
Menurutnya, sebagai rumah sakit pertama di Mimika yang telah
melayani masyarakat selama hampir tiga dekade, RSMM membutuhkan reformasi dalam
pola pelayanan, infrastruktur, hingga pembaruan peralatan medis.
“Dengan seleksi pengelola dan penyusunan RIP ini, kami
berharap sistem RSMM dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman. Tujuan
utamanya adalah meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat asli.
Peningkatan ini bukan hanya berdampak pada RSMM, tetapi juga pada pola hidup
dan kualitas kesehatan masyarakat,” jelas Leonardus.
Langkah ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan
menyeluruh RSMM agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat
Mimika ke depan.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

