SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Mallisa, menyampaikan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika tahun 2026 pada triwulan pertama atau hingga Maret baru mencapai 2,5 persen. Nilai tersebut setara Rp140 miliar dari total APBD sebesar Rp5,6 triliun

“Realisasi per Maret baru 2,48 atau 2,5 persen sebesar Rp140 miliar. Realisasi ini belum tercatat semua, jadi penyerapan ini akan terus bertambah,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, angka penyerapan masih berpotensi meningkat karena sebagian besar proses pengeluaran anggaran masih dicatat secara manual, sehingga belum seluruhnya terbaca dalam sistem keuangan daerah.

Menurutnya, realisasi yang saat ini terbaca lebih banyak berasal dari belanja pegawai. Sementara sejumlah kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih berjalan menggunakan skema Tambahan Uang Persediaan (TU).

“TU ini tidak terbaca sebagai realisasi, dan kegiatan saat ini berjalan dalam bentuk TU. Nanti setelah ada laporan pertanggungjawaban kegiatan, baru bisa terbaca sebagai realisasi penyerapan,” jelas Marthen.

Ia menambahkan, lambatnya proses penyerapan anggaran juga disebabkan banyak kegiatan masih berada dalam tahapan administrasi dan persiapan lelang.

“Semua kegiatan masih dalam proses di LPSE, jadi penyerapannya masih terus berproses,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi