SALAM PAPUA (TIMIKA)– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika menetapkan harga resmi LPG nonsubsidi ukuran 12
kilogram sebesar Rp390 ribu per tabung di tingkat outlet, dan meminta seluruh
pelaku usaha mematuhi ketentuan tersebut.
Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani mengatakan,
pihaknya telah menetapkan kisaran harga jual LPG 12 kilogram di tingkat outlet
antara Rp385 ribu hingga Rp390 ribu per tabung. Ketentuan itu juga telah
disampaikan kepada seluruh agen agar diteruskan kepada outlet mitra penjualan.
Untuk memastikan harga tersebut diterapkan, Disperindag
Mimika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah outlet penjualan LPG di
wilayah Timika.
“Kita sudah tetapkan harganya, bahkan kita lakukan sidak
langsung ke outlet. Tapi yang kita dapatkan outlet menjual LPG dengan harga
yang lebih tinggi. Hal ini sangat kami sayangkan,” ujar Sabelina, Sabtu
(23/5/2026).
Menurutnya, temuan tersebut menjadi perhatian serius
Disperindag sehingga pihaknya terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha
agar tetap mengikuti ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami terus berupaya agar outlet ini tidak menjual dengan
harga yang berlebihan, dan kami hanya bisa melakukan pembinaan dan himbauan
secara rutin agar outlet dapat mempertimbangkan kemampuan masyarakat,”
jelasnya.
Sabelina menambahkan, harga LPG di Timika saat ini masih
relatif lebih rendah dibanding sejumlah wilayah lain di Papua. Hal itu, kata
dia, tidak terlepas dari intervensi dan pengawasan pemerintah daerah melalui
Disperindag terhadap agen maupun outlet penjualan.
“Kalau kita lihat harga di Timika ini masih rendah dengan
wilayah Papua lainnya. Ini karena adanya intervensi Disperindag kepada agen dan
outlet agar harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat,”
ungkapnya.
Berdasarkan penelusuran, harga isi ulang atau refill LPG 12
kilogram di Kabupaten Nabire saat ini berkisar Rp500 ribu hingga Rp520 ribu per
tabung. Sementara harga tabung baru di tingkat pengecer mencapai Rp679 ribu
hingga Rp699 ribu.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

