SALAM PAPUA (TIMIKA) - Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Mimika mengecam tindakan oknum yang melakukan pengerusakan tembok pagar lahan milik Keuskupan Timika di kawasan Irigasi. Namun demikian, FKUB mengimbau masyarakat dan umat Katolik agar menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Ketua FKUB Mimika, Dr Jeffrey Hutagalung, MPhil saat ditemui salampapua.com di kantornya, didampingi Pastor Markus Apriyono.

“Menyikapi adanya pengerusakan pagar Keuskupan Agama Katolik di Timika, pertama selaku Ketua FKUB dan Pastor Markus menyampaikan kepada umat agar menahan diri dan percayakan proses ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Jeffrey mengatakan dirinya telah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Kapolres Mimika, AKBP Biliyandha Hildiario Budiman guna menanyakan perkembangan laporan terkait kasus tersebut.

“Pada prinsipnya Pak Kapolres mengatakan akan adil kepada siapapun termasuk dalam proses pihak-pihak yang melakukan pengerusakan ini. Saya juga menyampaikan apabila ada oknum yang terlibat membekingi atau hal-hal lain, Pak Kapolres juga mengatakan pihak kepolisian akan melakukan hal yang sama bahkan jika ada oknum aparat yang terlibat,” ungkapnya.

Ia juga menepis anggapan yang menyebut Kapolres tidak merespons kasus tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian serius menangani laporan yang telah masuk.

“Beliau sangat concern dan terus akan melihat serta melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku di NKRI terhadap pihak-pihak yang terlapor ini. Yang utama bagi FKUB adalah kami akan terus mengikuti proses yang ada dan turut memantau semua proses tersebut,” tuturnya.

FKUB kembali meminta seluruh umat beragama untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus kepada Polres Mimika.

Sementara itu, Pastor Markus menyebut pengerusakan terhadap tembok lahan Keuskupan merupakan hal yang memprihatinkan. Menurutnya, semua pihak harus menghormati bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga setiap persoalan harus diselesaikan secara bijak.

“Supaya juga mengedepankan dialog dan musyawarah agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, maka segala proses yang dilakukan pihak berwajib terhadap pihak-pihak yang terlibat bisa berjalan dengan baik dan semoga dapat segera diselesaikan,” katanya.

Pastor Markus juga mengimbau umat Katolik agar tetap tenang dan bersama-sama mencari penyelesaian damai atas persoalan sengketa tanah tersebut.

“Karena kita juga diajar untuk bersinodal dan melangkah bersama untuk sampai kepada damai, kerukunan, dan harmoni yang lebih baik,” imbuhnya.

Penulis/Editor: Sianturi