SALAM PAPUA (TIMIKA) – Persido Dogiyai berhasil meraih peringkat ketiga Liga 4 Papua Tengah 2026 setelah menaklukkan Persemi Mimika dengan skor 2-1 di Stadion Wania Imipi SP1, Timika, Selasa (17/3/2026) pagi.

Persido membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama melalui gol Dekelnianus Doo (33). Namun, Persemi Mimika mampu menyamakan kedudukan lewat gol Luis Nazario Hembring (9), sehingga skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling menekan. Persido akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-83 melalui gol Tony Rumatrai (7) yang berhasil membobol gawang Persemi.

Skor 2-1 untuk Persido bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Dengan hasil tersebut, Persido Dogiyai memastikan diri sebagai juara III, sementara Persemi Mimika harus puas di posisi keempat.

Sementara itu, partai grand final Liga 4 Papua Tengah akan mempertemukan Persipani Paniai melawan Persipuncak Puncak Cartenz yang merupakan juara bertahan musim 2025.

Susunan Pemain:

Persido Dogiyai:

Riko Frike Mambraku (36) GK, Dekelnianus Doo (33), Jafray Goo (5), Paulus Dony Kambuaya (19), Efredo Kambuaya (10), Zepon Tebay (57), Yohan Woppy (15), Julfikar Durubatu (67), Tony Rumatrai (7), Gabriel Cassy Sroyer (39), Natalis Barend Gobai (11).

Cadangan: Simson Aduari (46), Agustinus Kumeser Rumbiak (27), Rikael Tebai (86), Yoswa Dogomo (17), Isak Anaouw (48), Harry Obaja Woisisir (23), Nando Tebay (31), Fransiskus Goo (99), Yoel Dogomom (16).

Persemi Mimika:

Mochammad Sheva Ananda (31), Fardiansyah (77), Julyan Crespo Onna (6), Antonius Kapisa (5), Yafet Karel Maniawas (15), Ivan Lewerissa (8), Charenz Huwae (19), Alberto Yumame (14), Salvador Ayomi (17), Devano Dwaramury (13), Luis Nazario Hembring (9).

Cadangan: Fhisal Alikan Umar (18), Edward Nazareth Rumaropen (44), Muhammad Irgi Katabhena (25), Karl Heinz Toisuta (23), Willem Aronggear (32), Maikel Gregoria Kowo (10), Daniel Aronggear (29), Jean Patrick Lewerissa (3), Rizhal Ardiansah Kuman (27), Romeo Mapeko (12).

Penulis: Evita

Editor: Sianturi