SALAM PAPUA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Mimika akan mengambil langkah ilmiah untuk mengatasi masalah pendangkalan muara
dan sungai dengan menggandeng Universitas Brawijaya. Penelitian ini akan
menjadi dasar kebijakan pengerukan dan pengelolaan sedimentasi yang selama ini
menghambat akses kapal perintis jalur Jita.
Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, pendakalan ini
akan terjadi pada wilayah delta dan Mimika merupakan wilayah delta. Sehingga ia
bersama Wakil Bupati memfokuskan program khusus pada Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) terkait pendakalan ini.
“Kita akan lakukan kerja sama dengan ahlinya yang meneliti
pembuatan sungai, bagaimana bisa mengelola dan melihat titik permasalahannya,”
ujarnya saat hearing bersama DPRP Papua Tengah, Selasa (5/5/2026).
Bupati yang akrab disapa John Rettob ini menjelaskan,
pengerukan dilakukan 2 tahun sekali namun pendakalan tetap terjadi, bahkan
beberapa tahun lalu pengerukan sungai dilakukan namun jalur ke Jita tetap tidak
dapat dilalui.
“Pendakalan ini memang harus kita perbaiki bersama ahlinya,
karena kalau kita keruk akan kembali lagi,” pungkas John Rettob.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy

